• Selamat datang di Media Cerdas Kesehatan - mediacerdaskes.blogspot.com

    Blog ini dibuat sebagai media dalam memenuhi tugas dan berbagi informasi terkait dunia keperawatan dan kesehatan. Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    "{"Tidak usah menuntut orang lain untuk menjadi lebih baik, perhatikan dirimu sudah pantaskah menuntut orang lain" (By Satya Putra Lencana)}" Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    {"Jangan pernah menyimpulkan segala sesuatu hanya dari persepsimu sendiri, tak semuanya sesuai seperti apa yang kamu fikirkan. Fikirkan berkali lipat sebelum menilai orang lain, berhenti mencari kesalahan, koreksi diri dan berubahlah, karena saat semuanya telah pergi, semuanya menjadi terlambat" (By Satya Putra Lencana)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    {"Ada dua nikmat yang sering kali memperdayakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kelapangan waktu" (H.R. BUKHARI)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    {"Bukan yang paling kuat yang bisa bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan" (By Charles Darwin)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    "Jika kita ingin merombak keadaan yang telah mapan, pakar manajemen Tom Peters memberikan nasihatnya, "Jangan guncang perahunya, tenggelamkan dan mulailah bangun yang baru" (By Tom Peters)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

Tampilkan postingan dengan label Artikel Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Ilmiah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Oktober 2014

Posted by Unknown
No comments | 16.53

Pendapat umum mengatakan bahwa pria dan wanita menanggapi stres secara berbeda. Wanita pada umumnya lebih tahan stres. Ketika menghadapi tekanan pekerjaan yang berat, problem rumah tangga yang kompleks, dan masalah-masalah lain yang menyita pikiran dan mengaduk emosi, wanita lebih bisa tetap berpikir secara jernih. Stres kronis lebih jarang pada wanita dibandingkan pada pria.

Mengapa begitu?
Jawabannya ada pada hormon seks perempuan, estrogen, yang ternyata melindungi otak mereka terhadap stres, menurut temuan para peneliti AS. “Ini bahkan bisa menjadi alasan lain mengapa wanita hidup lebih lama daripada pria,” kata kepala penelitian Profesor Zhen Yan dari Universitas Buffalo.

Tikus yang Stres
Dalam percobaan mereka, tim peneliti menyelidiki mekanisme molekul yang terkait dengan stres terhadap fungsi otak.  Untuk itu mereka secara fisik mengurung tikus-tikus muda jantan dan betina dalam kandang-kandang silinder kecil dua jam sehari selama satu minggu. Tindakan ini dimaksudkan untuk membuat stres tikus-tikus tersebut.

Untuk menguji memori jangka pendek hewan itu, para peneliti menempatkan ke dalam kandang sepasang benda yang identik, diikuti oleh pasangan benda kedua satu jam kemudian. Tikus-tikus dengan penasaran menyelidiki benda yang tidak diketahui itu secara seksama. Tiga jam kemudian, mereka menyajikan tikus-tikus itu dengan satu benda dari setiap pasangan. Tikus yang menghabiskan lebih banyak waktu memeriksa benda dari pasangan pertama menunjukkan bahwa hewan itu mengingatnya dari empat jam sebelumnya. Tikus yang lebih menyukai benda dari pasangan kedua yang lebih baru menunjukkan dia memiliki gangguan memori jangka pendek.

Melemahnya Memori
Para peneliti menguji memori hewan-hewan itu sebelum dan setelah paparan stres. Pada tikus jantan, baik sebelum maupun setelah seminggu paparan stres, kinerja memorinya sangat berbeda dibandingkan pada tikus betina. Kinerja memori tikus jantan memburuk di bawah stres, terutama memori jangka pendeknya.

Tikus-tikus jantan memeriksa benda yang telah mereka kenali seolah-olah belum pernah melihat sebelumnya. Yan menyebut bahwa stres pada tikus jantan menurunkan kadar neurotransmitter reseptor glutamat di bagian otak yang disebut korteks prefrontal, wilayah yang mengontrol perhatian, emosi, pengambilan keputusan dan kinerja memori.

Kelompok Yan menemukan bahwa tikus betina muda juga stres oleh seminggu pengekangan fisik, namun hal itu tidak menyebabkan penurunan kemampuan mereka untuk mengingat dan mengenali benda yang telah mereka lihat beberapa jam sebelumnya. Percobaan ini menemukan bahwa meskipun stres, tikus betina memiliki kadar reseptor glutamat yang sama di daerah korteks prefrontal seperti sebelum penelitian. Data ini mendukung hipotesis bahwa reseptor glutamat berperan penting dalam respon terhadap stres.

Estrogen sebagai pelindung
Rupanya, estrogen mencegah efek negatif stres pada reseptor tersebut. Tikus jantan yang diberi estrogen sintetis (estradiol) oleh peneliti bereaksi terhadap stres dengan cara yang sama dengan tikus betina. Sebaliknya, ketika peneliti memblokir efek estrogen pada tikus betina, kinerja memorinya melemah seperti tikus jantan.

Yan mengakui bahwa hasil kelompoknya memang baru berdasarkan pada studi tikus. Namun, temuan ini dapat relevan pada manusia karena banyak fungsi seluler yang sama di antara kedua spesies. “Kami percaya bahwa mekanisme ini juga terjadi pada manusia,” katanya.

Hal ini terutama berlaku pada efek estrogen sebagai peredam stres di otak, yang menguntungkan wanita. Jika perlindungan ini terganggu – misalnya, dengan penurunan produksinya selama menopause atau setelah melahirkan karena gejolak hormon – maka akan meningkatkan risiko depresi Penambahan estrogen dapat membantu untuk menstabilkan kinerja saraf.

Namun, estrogen dapat memiliki efek yang tidak diinginkan. Pada pria, kelebihan estrogen bisa menyebabkan feminisasi. Mungkin bermanfaat untuk menemukan obat yang memiliki efek serupa dengan estrogen di dalam otak tanpa menimbulkan efek sampingnya. “Ini bisa menjadi terapi yang sangat efektif untuk masalah terkait stres pada pria,” kata para peneliti.

———————–
Sumber: Zhen Yan: Estrogen protects against the detrimental effects of repeated stress on glutamatergic transmission and cognition. Molecular Psychiatry, Molecular Psychiatry, (9 July 2013)

Senin, 14 Juli 2014

Posted by Unknown
No comments | 17.08

Pria penderita asam urat (gout) seringkali memiliki masalah disfungsi ereksi. Sebuah tim yang dipimpin oleh spesialis rematik Dr Naomi Schlesinger dari Rutgers-Robert Wood Johnson Medical School di New Brunswick, New Jersey, menemukan bahwa satu dari tiga pasien gout menderita disfungsi ereksi.

Dr Schlesinger dan rekan-rekannya meneliti 201 pria berusia 18 hingga 89 tahun, yang menjadi pasien pada sebuah klinik rematologi antara Agustus 2010 s.d. Mei 2013. Dari sejumlah pasien tersebut, 83 orang memiliki gout dan 118 tidak.

Para pria dalam studi ini menyampaikan riwayat kesehatan mereka, menjalani pemeriksaan fisik dan mengambil beberapa tes laboratorium. Mereka juga diminta untuk mengisi kuesioner standar tentang kesehatan seksual. Kuesioner ini mengevaluasi kemampuan untuk ereksi dan penetrasi selama hubungan seksual, kekuatan ereksi dan kepuasan seksual dikelompokkan dalam lima tingkatan: tidak ada disfungsi seksual (26-30 poin), gangguan ringan (22-25), gangguan ringan-sedang (17-21), disfungsi sedang (11-16) dan disfungsi ereksi berat (1-10).

Pada kelompok pria dengan gout, 76 persen mengalami disfungsi ereksi, dibandingkan dengan 52 persen pada pria tanpa gout. Pria dengan gout lebih mungkin untuk mengalami disfungsi ereksi berat (43 persen) dibandingkan dengan pria tanpa gout yang juga memiliki disfungsi ereksi, yaitu hanya 30 persen. Lebih banyak pria dengan gout tophaceous (gout kronis di mana kristal asam urat telah mengendap sebagai gumpalan di sendi-sendi) memiliki disfungsi ereksi dibandingkan pria dengan gout yang belum parah, para peneliti menemukan.

“Kami benar-benar terkejut melihat betapa banyak pasien gout yang menderita disfungsi ereksi,” kata dr Schlesinger.

Seringkali, disfungsi ereksi tidak diketahui, tambah dr Schlesinger. Hal ini mungkin karena para pria biasanya tidak mau berbicara tentang masalah seksual. Para peneliti menyarankan agar dokter meminta pasien gout mereka untuk menjalani skrining kesehatan seksual.

Selain itu, para peneliti mencatat bahwa gout berhubungan dengan penyakit jantung dan disfungsi arteri koroner. Penyakit arteri koroner adalah jenis penyakit jantung paling umum yang melibatkan penyempitan pembuluh yang membawa darah dan oksigen ke jantung. Penyakit arteri koroner seringkali tidak memberikan gejala, sehingga orang mungkin tidak tahu bahwa mereka memiliki kondisi tersebut. Pasien gout juga disarankan untuk menjalani pemeriksaan untuk mengevaluasi ada/tidaknya penyakit arteri koroner.

___________________________________________
Sumber: Schlesinger N. et al. “Erectile dysfunction is common among gout patients”. European League Against Rheumatism (EULAR 2014).



Minggu, 06 Juli 2014

Posted by Unknown
No comments | 10.30
Berpuasa secara teratur meningkatkan metabolisme dan mengurangi risiko penyakit. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang telah mengembangkan pradiabetes.

Pradiabetes adalah kondisi metabolik di mana kadar glukosa darah sudah naik tetapi belum mencapai level yang khas untuk diabetes. Penyandang pradiabetes belum terkena diabetes, perubahan gaya hidup seperti penurunan berat badan dan olahraga dapat mencegah perkembangannya menjadi diabetes.

Kini telah diketahui ada strategi yang lebih efektif untuk mencegah pradiabetes menjadi diabetes: dengan berpuasa. “Puasa memiliki potensi untuk mencegah diabetes di masa depan,” kata pemimpin studi Benjamin Horne. Dokter dari Intermountain Medical Center di Murray tersebut selama bertahun-tahun telah mempelajari efek berpuasa teratur pada kesehatan. Dalam studi sebelumnya, dia menemukan bahwa orang-orang yang selama bertahun-tahun secara teratur berpuasa – biasanya karena alasan agama – memiliki risiko rendah untuk terjangkit diabetes atau penyakit jantung koroner.

“Kita telah mengetahui untuk beberapa waktu bahwa puasa itu sehat – tetapi mekanisme biologis di balik itu baru kita temukan sekarang” dia menjelaskan.

Orang yang Berisiko Diabetes
Untuk penelitian awal, para relawan merekrut dua belas orang laki-laki dan perempuan yang memiliki berat badan normal yang berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Mereka semua sudah memiliki pradiabetes, yang merupakan prekursor diabetes. Hal ini berarti gula darah puasa mereka di atas nilai 100 mg/dL. Selain itu, masing-masing peserta memiliki salah satu faktor risiko tambahan berikut:
·         Lingkar pinggang yang relatif besar
·         Kadar trigliserida tinggi
·         Rendahnya kadar kolesterol hdl yang baik
Selama periode enam minggu, para peserta berpuasa seminggu sekali selama 24 jam. Selama berpuasa mereka hanya minum air.

Penurunan kolesterol
Bahkan setelah waktu yang relatif singkat itu, efeknya nyata: kadar kolesterol secara keseluruhan turun sampai dua belas persen.

Setelah 10-12 jam berpuasa, tubuh menggunakan sumber energi lain sebagai glukosa darah, tulis para peneliti. “Kami percaya bahwa yang digunakan adalah kolesterol,” kata Horne – dan terutama kolesterol jahat LDL di dalam sel-sel lemak. Hal ini pada akhirnya dapat mengurangi resistensi insulin dari sel-sel, mekanisme penting untuk pengembangan diabetes.

Resistensi insulin adalah kurangnya sensitivitas sel-sel tubuh terhadap hormon insulin, yang diperlukan untuk memasukkan gula ke dalam sel-sel. Untuk mengatasi hal ini, pankreas harus menghasilkan insulin dalam jumlah lebih banyak. Akhirnya, ketika pankreas mencapai batas maksimal kemampuannya, tingkat gula darah naik. Pradiabetes kemudian berubah menjadi diabetes tipe 2.

Sel dalam modus perlindungan diri
Peningkatan katabolisme kolesterol LDL selama berpuasa bisa membalikkan proses ini, kata para peneliti. Selain itu, sel-sel tubuh berada dalam mode perlindungan diri di saat kita berpuasa sehingga mengoptimalkan fungsi mereka – dan lebih sensitif terhadap insulin. Para peserta juga kehilangan berat badan, yang berkontribusi pada peningkatan kontrol metabolik.

Dalam penelitian selanjutnya, mereka ingin mengetahui berapa lama dan seberapa sering orang harus berpuasa untuk mendapatkan manfaat dari berpuasa.

Nah, terbukti kan bahwa berpuasa itu menyehatkan! Mari kita sambut bulan Ramadhan sebagai bulan yang akan menyehatkan kita lahir dan batin.

———————-

Source: “Fasting Reduces cholesterol levels in prediabetic People Over Extended Period of Time”, New Research Finds, Press Release 2014, American Diabetes Association Scientific Sessions

Selasa, 15 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 23.50
Kegemukan berisiko kesehatan, itu jelas. Bahkan belakangan ini sejumlah kalangan medis menggolongkan obesitas sebagai sebuah penyakit tersendiri. Namun, terlalu kurus ternyata lebih berbahaya dibandingkan terlalu gemuk. Risiko kematian dini untuk orang kurus lebih tinggi daripada orang gemuk, menurut hasil sebuah studi survei besar. Dibandingkan dengan orang-orang berberat badan normal, orang yang terlalu kurus memiliki risiko kematian hampir dua kali lipat orang berberat badan normal.

Studi yang dipimpin oleh dr Joel Ray dari Rumah Sakit St Michael, Toronto mengalisis 51 penelitian terhadap orang-orang yang diikuti selama lima tahun atau lebih dan berfokus pada hubungan antara BMI (indeks massa tubuh) dan kematian yang terkait dengan sebab apapun. Para peserta yang memiliki catatan kekurangan berat badan akibat kanker, penyakit paru-paru kronis atau gagal jantung dikeluarkan dari analisis agar tidak mendistorsi hasilnya.

Hasilnya, orang-orang kurus yang memiliki BMI kurang dari 18,5 berisiko 1,8 kali lebih tinggi dalam setiap periode penelitian untuk meninggal dibandingkan mereka yang berberat badan normal (BMI 18,5-24,9). Sebaliknya, mereka yang kegemukan (BMI 30-34,9) hanya memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 1,2 kali. Bahkan mereka yang sangat gemuk dengan BMI di atas 35 pun masih memiliki peningkatan risiko kematian lebih sedikit yaitu risiko 1,3 kali.

Ray menyatakan bahwa perhatian masyarakat saat ini sangat berfokus pada kelebihan berat badan. Meskipun jelas bahwa kelebihan berat badan adalah masalah nyata, kita juga perlu mewaspadai masalah kekurangan berat badan. Orang berberat badan normal yang mungkin terpengaruh oleh iklan atau meniru para model dapat menurunkan berat badan terlalu banyak sehingga membahayakan kesehatan mereka. Kekurangan berat badan seringkali disertai dengan gizi buruk, yang dapat melemahkan tubuh. Jika orang yang kurus itu kemudian sakit parah maka dia hanya memiliki cadangan lemak yang sedikit.

LINGKAR PINGGANG ADALAH TOLOK UKUR YANG LEBIH BAIK
Menggunakan alat ukur yang tepat untuk menilai berat badan yang sehat sangat penting, kata Ray. “BMI tidak hanya mencakup lemak tubuh tetapi juga massa otot,” katanya. Rasio ini tidak memberikan informasi tentang distribusi lemak tubuh. Keseimbangan lemak dan otot berperan penting bagi kesehatan. Oleh karena itu, menilai risiko kesehatan dengan lingkar perut lebih cocok daripada BMI. Perempuan harus bertujuan untuk memiliki lingkar perut kurang dari 80 cm dan laki-laki kurang dari 90 sentimeter.

______________________________
Referensi :

Sissi Cao, Rahim Moineddin, Marcelo L Urquia, Fahad Razak, Joel G Ray. J-shapedness: an often missed, often miscalculated relation: the example of weight and mortality. Journal of Epidemiology and Community Health, March 2014 DOI: 10.1136/jech-2013-203439

Senin, 14 April 2014

Posted by Unknown
1 comment | 11.06
Brokoli dan sayuran lainnya dalam keluarga Brassicaceae seperti seperti kol, kembang kol, kubis, bok choy kaya akan berbagai mineral dan vitamin penting. Selain itu, mereka juga telah lama dikenal sebagai sayuran antikanker. Sebuah studi tinjauan yang diterbitkan dalam Journal of American Dietetic Association edisi Oktober 1996 menunjukkan bahwa 70% atau lebih penelitian menemukan hubungan antara sayur-sayuran tersebut dengan perlindungan terhadap kanker. Berbagai unsur dalam sayur-sayuran tersebut berkaitan dengan risiko kanker yang lebih rendah, beberapa di antaranya dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker di payudara, dinding rahim (endometrium), paru-paru, usus, hati, prostat dan leher rahim.

Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa salah satu fitokimia yang ditemukan dalam sayur-sayuran itu adalah sulforaphane, yang dapat merangsang enzim yang menetralisir karsinogen sebelum mereka merusak sel-sel.

Penelitian baru-baru ini di Inggris menunjukkan bahwa sulfarophane ternyata juga dapat membantu mengatasi osteoartritis dengan memblokir enzim tertentu yang terkait dengan kerusakan sel-sel tulang rawan dan degenerasi sendi.  Sebuah studi yang dipimpin oleh Ian Clark, profesor biologi muskuloskeletal di University of East Anglia di Norwich, menunjukkan bahwa tikus- tikus yang diberi diet kaya sulforaphane kurang mengalami kerusakan tulang rawan dan osteoartritis dibandingkan dengan tikus-tikus dengan diet tidak mengandung senyawa itu. Hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatism edisi 28 Aug 2013.

Penelitian selanjutnya akan dilakukan pada manusia dengan percobaan terhadap 40 pasien osteoartritis yang akan menjalani operasi penggantian sendi. Selama dua minggu sebelum operasi, setengah dari mereka akan makan “brokoli super” yang dikembangkan secara khusus sehingga berkadar sulforaphane tinggi. Setelah operasi, tim akan membandingkan penderita yang mengonsumsi “brokoli super” dengan mereka yang tidak untuk melihat apakah senyawa itu dapat terdeteksi pada sendi yang diganti dan bagaimana ia mengubah metabolisme sendi. Mereka berharap hasilnya akan dapat menarik dana untuk percobaan yang lebih besar mengenai efek konsumsi brokoli pada osteoartritis dan fungsi sendi.


Nah, bila Anda ingin terhindar dari kanker dan osteoartritis, tampaknya kini perlu segera mulai menambah porsi brokoli, kubis, kol dan sejenisnya dalam diet Anda. Sebaiknya sayur-sayuran tersebut dikonsumsi mentah atau dikukus ringan untuk mempertahankan fitokimia yang terdapat di dalamnya.

________________________________
Referensi :
Journal of American Dietetic Association edisi Oktober 1996 

Jumat, 11 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 06.13
Kabar gembira bagi Anda yang suka makan kacang-kacangan. Sebuah studi terbesar untuk jenisnya menemukan bahwa orang yang makan segenggam kacang setiap hari hidup lebih lama daripada mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

Dalam studi terhadap hampir 120.000 orang selama 30 tahun tersebut, semakin sering orang mengonsumsi kacang-kacangan, semakin kecil kemungkinan mereka untuk meninggal selama studi. Mengonsumsi kacang kurang dari sekali seminggu menurunkan 7% risiko kematian, seminggu sekali menurunkan 11%, 2-4 kali seminggu menurunkan 13%, 5-6 kali seminggu menurunkan 15%, dan 7 kali atau lebih dalam seminggu menurunkan 20%.

Pada mereka yang mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari, peneliti utama Dr Charles Fuchs mengatakan bahwa manfaat yang paling jelas adalah pengurangan 29% kematian akibat penyakit jantung dan 11 % akibat kanker. Analisis juga menunjukkan bahwa mereka yang memakan kacang secara teratur cenderung lebih ramping dibandingkan mereka yang tidak makan kacang-kacangan, sehingga mematahkan pendapat bahwa konsumsi kacang dapat membuat gemuk.

Peneliti mengatakan bahwa pemakan kacang lebih mungkin untuk memiliki gaya hidup yang sehat, tetapi kacang itu sendiri juga berkontribusi terhadap umur yang lebih panjang. Makan kacang dikaitkan dengan gaya hidup sehat, termasuk menjadi kurang mungkin untuk merokok atau kelebihan berat badan dan lebih mungkin untuk berolahraga. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara makan kacang dan penurunan risiko banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, batu empedu, kanker usus dan divertikulitis. Konsumsi kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan kolesterol, penurunan peradangan, stres oksidatif, lemak tubuh dan resistensi insulin yang menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut.

Tim menemukan bahwa penurunan risiko kematian tidak berbeda untuk kacang yang tumbuh di tanah maupun kacang yang tumbuh pohon seperti kacang mete, almond, hazelnut, macadamia, pecan, kacang pinus, pistachio dan kenari.

Penelitian ini tidak dirancang untuk memeriksa sebab dan akibat sehingga tidak dapat menyimpulkan secara spesifik mengapa konsumsi kacang-kacangan dapat memperpanjang umur. Namun, mereka mengatakan bahwa hasilnya sangat konsisten dengan sejumlah besar data uji observasi dan klinis yang mendukung manfaat kesehatan dari konsumsi kacang terhadap banyak penyakit kronis.

______________________________
Referensi :

Hasil penelitian dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine edisi edisi 21 November.
Posted by Unknown
No comments | 05.57
Banyak wanita menderita osteoporosis selama dan Penghasilan kena menopause. Kondisi nihil meningkatkan resiko terjadinya patah tulang. Studi barat terbaru mengungkapkan bahwa ternyata ada pengaruh berat badan dan Indeks Massa Tubuh (BMI) terhadap resiko patah tulang (fraktur) osteoporosis.

Tim Peneliti internasional hanya membandingkan data yang lebih Bahasa Dari 50.000 Wanita di Atas USIA 50 Tahun Bahasa Dari Sepuluh Negara. Mereka berpartisipasi Dalam, penyusunan Tugas Yang dinamakan "global Longitudinal Study of Osteoporosis pada Wanita" (GLOW). Selama Tiga Tahun, terkait masih berlangsung Tahun mereka mengisi kuesioner Dan memberikan INFORMASI tentang Patah Tulang SAAT ITU atau sebelumnya. Tujuh persen khususnya bahasa Dari PESERTA PENELITIAN pernah mengalami Patah Tulang. Para ilmuwan membandingkan data yang dikumpulkan Yang Artikel Baru INFORMASI Yang sebelumnya telah dikumpulkan mengenai BMI, TUBUH UKURAN Dan berat untuk badan para Wanita.

Hasil mengejutkan adalah semakin rendah BMI Wanita, semakin Besar RISIKO Patah Tulang Belakang PADA, badan anggota Dan pergelangan Tangan. Hal inisial KARENA Perempuan Yang kurus Kehilangan peredam Yang mengurangi dampak Benturan PADA Tulang.

Namun, para Wanita Yang GEMUK pun regular tidak Boleh menganggap Diri mereka kebal terhadap RISIKO Patah Tulang. Meskipun Wanita Artikel Baru BMI di Atas 30 lebih sedikit menderita fraktur osteoporosis dibandingkan mereka Yang memiliki BMI   18,5 - 30, namun RISIKO mereka untuk Patah Tulang di pergelangan Dan tungkai kesemek lebih Besar. Selain ITU, Perempuan GEMUK lebih lama tinggal Dalam, perawatan di Rumah Sakit Dan lebih BANYAK menderita penyakit Yang terkait di masa mendatang Artikel Baru kelebihan berat untuk badan seperti diabetes Dan penyakit kardiovaskular.

Oleh KARENA ITU, untuk mencegah Patah Tulang, Penting untuk menjaga BMI Dalam, Batas-Batas normal.

__________________________________________
Referensi:
Sumber: Compston JE, et al, Hubungan berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh di lokasi yang berbeda dengan risiko patah tulang pada wanita postmenopause: Studi global longitudinal osteoporosis pada wanita (GLOW)

Rabu, 09 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 10.11
Bukti-bukti anekdotal dan ilmiah menunjukkan bahwa penyakit memiliki bau tertentu. Penderita diabetes, misalnya, kadang-kadang memiliki napas yang berbau seperti apel busuk atau aseton.

Mats Olsson, dkk dari Karolinska Institutet di Swedia bahkan membuktikan bahwa manusia dapat mencium bau penyakit pada seseorang yang sistem kekebalannya sangat aktif hanya dalam beberapa jam setelah terpapar racun. Untuk membuktikannya, Olsson dan timnya merekrut delapan orang sehat untuk disuntik dengan lipopolisakarida (LPS) yaitu racun yang dikenal meningkatkan respon imun atau larutan garam (sebagai pembanding). Para relawan mengenakan t-shirt ketat untuk menyerap keringat selama 4 jam berikutnya. Para relawan yang disuntik dengan LPS menghasilkan respon imun yang nyata, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan suhu tubuh dan kadar sitokin (molekul sistem kekebalan).

Sebuah kelompok terpisah yang terdiri dari 40 peserta diminta untuk mencium sampel keringat. Secara keseluruhan, mereka menilai t-shirt dari kelompok LPS memiliki bau yang lebih tajam dan tidak menyenangkan dibandingkan t-shirt kelompok larutan garam. Mereka juga menilai t-shirt dari kelompok LPS memiliki bau tidak sehat.

Hubungan antara aktivasi kekebalan dan bau badan setidaknya sebagian ditentukan oleh kadar sitokin dalam darah mereka yang terpajan LPS. Artinya, semakin besar respon kekebalan peserta, semakin tidak sedap bau keringat mereka. Menariknya, dalam uji kimia para peneliti tidak menemukan perbedaan dalam jumlah keseluruhan senyawa berbau antara kelompok LPS dan kelompok pembanding. Hal ini menunjukkan bahwa pasti perbedaannya terdapat dalam komposisi senyawa berbau tersebut.

Meskipun apa persisnya senyawa kimia itu belum diketahui, kemampuan mendeteksi bau ini merupakan suatu temuan berharga karena menunjukkan adaptasi penting yang memungkinkan kita untuk menghindari penyakit berbahaya, simpul para peneliti. Hal ini memberi kita pemahaman yang lebih baik mengenai isyarat-isyarat sosial dari penyakit, dan mungkin juga membuka jalan bagi cara-cara baru untuk mengatasi penyakit menular.

__________________________
Referensi :
M. J. Olsson, J. N. Lundstrom, B. A. Kimball, A. R. Gordon, B. Karshikoff, N. Hosseini, K. Sorjonen, C. Olgart Hoglund, C. Solares, A. Soop, J. Axelsson, M. Lekander. “The Scent of Disease: Human Body Odor Contains an Early Chemosensory Cue of Sickness”. Psychological Science, 2014; DOI: 10.1177/0956797613515681

Selasa, 08 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 06.58
Anda yang memiliki gangguan toleransi glukosa (impaired glucose tolerance/IGT) dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke dengan hanya menambah berjalan 2.000 langkah per hari, demikian kesimpulan sebuah studi terkini.

Penelitian tersebut melibatkan data lebih dari 9.300 orang dewasa dengan gangguan toleransi glukosa. Sebagaimana diketahui, IGT adalah kondisi di mana tubuh tidak lagi cukup cepat untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi di bawah kontrol, yang merupakan prekursor diabetes dan penyakit kardiovaskular

“Beberapa studi telah menunjukkan manfaat beraktivitas fisik pada penderita gangguan toleransi glukosa,” kata pemimpin studi Thomas Yates dari University of Leicester. Namun, ini adalah studi pertama yang menganalisis seberapa banyak gerakan yang diperlukan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Semua peserta penelitian menerima “program modifikasi gaya hidup” yang mendorong mereka untuk menurunkan berat badan, mengonsumsi lebih sedikit lemak dan berolahraga secara teratur. Masing-masing mereka juga menerima sebuah pedometer, yang mencatat seberapa banyak langkah mereka berjalan setiap hari, baik pada awal percobaan maupun 12 bulan kemudian.

Dampak 2000 Langkah :
Rata-rata, para peserta diikuti selama enam tahun. Selama periode ini, ada 531 peserta yang mengalami komplikasi kardiovaskular yang serius seperti stroke atau serangan jantung. Relawan yang menambah 2.000 langkah pada jadwal aktivitas harian (sekitar 20 menit berjalan moderat) mengurangi risiko kardiovaskular sebesar delapan persen pada saat studi berakhir. Peserta yang berjalan 4000 langkah lebih jauh per hari dari sebelumnya mengurangi risiko sebesar 16 persen. Mereka yang menambah 10.000 langkah per hari menurunkan risiko sebanyak 40 persen. Faktor risiko tambahan seperti berat badan, usia, kebiasaan merokok dan obat-obatan dimasukkan para peneliti dalam perhitungan mereka.

“Temuan kami menegaskan kembali bahwa perubahan sederhana dalam aktivitas fisik, seperti meningkatkan jumlah langkah, menurunkan risiko stroke dan serangan jantung secara substansial, ” tegas Yates.

Jumlah Penderita Meningkat :
Penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet tersebut mengatakan bahwa IGT memengaruhi sekitar 344 juta orang, atau 7,9 persen dari populasi orang dewasa di seluruh dunia. Diperkirakan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 472 juta (8,4 persen) pada tahun 2030.

______________________________
Referensi :

Dr Thomas Yates et al, “Association between change in daily ambulatory activity and cardiovascular events in people with impaired glucose tolerance (NAVIGATOR trial): a cohort analysis”, The Lancet, 20 Desember 2013.
Posted by Unknown
No comments | 05.50
Air seni atau urin Anda dapat menjadi pembawa kabar mengenai tubuh Anda. Setiap kali Anda buang air kecil, Anda berkesempatan untuk mempelajari kabar apa yang hendak disampaikannya. Kabar itu dapat merupakan kabar yang ringan yaitu mengenai apakah tubuh Anda mendapatkan cukup cairan (hidrasi) dan dapat juga kabar yang berat yaitu adanya masalah di tubuh Anda. Air seni yang bening kekuningan sampai gelap mungkin merupakan indikasi berapa banyak cairan yang Anda ambil dibandingkan dengan yang Anda keluarkan. Semakin banyak minum dan semakin sedikit berkeringat maka semakin jernih air seni Anda, dan sebaliknya. Jika air seni Anda mulai berwarna aneh maka penyebabnya mungkin adalah faktor lain.

BENING
Jika air seni Anda benar-benar bening seperti air hujan, Anda terlalu banyak minum. Sebagian orang minum belasan gelas air setiap hari karena menyangka hal itu baik bagi mereka. Bagaimana pun, sesuatu yang berlebihan tidak baik. Overhidrasi dapat meluruhkan garam-garam dalam tubuh. Meminum obat diuretik (obat yang memaksa tubuh untuk mengeluarkan kelebihan cairan) juga dapat membuat urin Anda berwarna jernih karena terlalu sering dikeluarkan.

KEKUNINGAN
Urin yang normal berwarna kekuningan karena adanya pigmen yang disebut urokrom. Air seni yang bernuansa kekuningan seperti bensin menunjukkan bahwa Anda terhidrasi dengan baik. Bila warnanya sedikit pekat seperti madu murni, Anda perlu lebih banyak minum.

KECOKLATAN
Jika air seni Anda berwarna kecoklatan, Anda mungkin sangat kurang minum. Tetapi jika warnanya tetap kecoklatan meskipun Anda cukup minum, hal itu bisa menjadi indikasi masalah di hati. Penyakit di hati atau empedu menyebabkan sejumlah garam yang harusnya diproses dan dibuang melalui tinja tertahan dalam darah dan akhirnya dibuang melalui urin. Penderita penyakit hati yang berat dapat memiliki urin berwarna coklat. Air seni berwarna gelap kecoklatan harus dites di laboratorium untuk mengonfirmasi apakah ada masalah di hati.

KEMERAHAN
Air seni berwarna kemerahan mungkin karena makanan atau obat yang Anda makan. Limbah pengolahan beberapa makanan dan obat dapat dibuang melalui air seni dan menyebabkan warnanya menjadi kemerahan. Namun, warna kemerahan juga dapat mengindikasikan adanya darah di dalam air seni, yang berarti ada yang tidak beres dalam saluran kemih, ginjal, kandung kemih, prostat atau uretra Anda. Masalah tersebut dapat berupa infeksi, batu di ginjal atau kandung kemih atau kanker. Jika air seni Anda kemerahan dan juga keruh, kemungkinan ada infeksi di sistem kemih Anda.

Selain warna, air seni juga dapat terlihat lebih berbusa/berbuih dari biasanya. Air seni yang lebih berbusa dapat disebabkan oleh tekanan yang lebih besar saat buang air kecil atau keberadaan protein. Protein dalam urin bisa mengindikasikan masalah ginjal.


Air seni dapat menjadi sarana pemantauan awal atas kondisi tubuh Anda. Bila Anda memiliki air seni yang berwarna tidak normal, Anda perlu berbicara dengan dokter untuk segera mendapatkan analisis urin. Jangan abaikan kabar yang disampaikan urin Anda!

Sabtu, 05 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 05.29
Keputusan yang Anda buat hari ini mengenai kesehatan dan kebugaran dapat membantu memprediksi kesehatan Anda secara keseluruhan selama hampir 20 tahun ke depan, menurut penelitian baru dari Karlsruhe Institute of Technology di Jerman.

Penelitian jangka panjang tersebut dilakukan antara tahun 1992 dan 2010, yang melibatkan 243 perempuan dan 252 laki-laki dengan usia rata-rata 45 tahun di awal studi. Para peserta diminta menyelesaikan kuesioner dan menjalani tes medis dan kebugaran di tahun 1992, 1997, 2002 dan 2010. Untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan dan kebugaran para peserta, para peneliti menggunakan “model biopsikososial” yang terdiri dari empat tahap. Tahap pertama meliputi faktor lingkungan, seperti status sosial ekonomi dan latar belakang migrasi . Tahap kedua terdiri dari faktor personal, termasuk dukungan sosial dan strategi mengelola stres. Tahap ketiga terdiri dari faktor kebiasaan seperti merokok, latihan fisik dan pola makan. Tahap keempat meliputi kebugaran fisik dan kesehatan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa semua faktor dalam keempat tahap memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap kebugaran fisik dan kesehatan peserta pada awal penelitian. Namun, hanya pola makan dan kebiasaan latihan fisik peserta yang berdampak jangka panjang pada kebugaran mereka pada akhir penelitian di tahun 2010.

Studi ini menunjukkan bahwa mengembangkan kebiasaan sehat sejak dini adalah penting untuk menjadi dewasa yang sehat dan mencegah berbagai masalah kesehatan, kata para peneliti. Mereka mengatakan akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami bagaimana perilaku kesehatan dan kebugaran memengaruhi kesehatan jangka panjang.

________________________________
Referensi :
“Does initial behavior predict our physical fitness and health 18 years later?”, Alexander Woll et al., Psychology of Sport and Exercise, Januari 2014

Jumat, 04 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 07.30
Orang bilang bahwa kecantikan itu hanya sebatas kulit. Salah. Kecantikan ternyata menunjukkan sesuatu yang lebih mendasar. Studi dari Finlandia menunjukkan bahwa kecantikan merefleksikan kesehatan tubuh secara umum.

Pria dan wanita berbeda

Studi internasional yang dipimpin oleh ahli biologi evolusi Finlandia Markus Rantala dari Turku University ini menunjukkan bahwa wajah memancarkan sinyal yang berbeda pada pria dan wanita.

Pada penelitian sebelumnya, Rantala dkk menemukan bahwa daya tarik wajah pria berhubungan dengan seberapa kuat sistem kekebalan tubuh mereka. Ketika para peneliti meminta wanita untuk menilai pas foto pria, mereka menemukan bahwa semakin menarik pria dalam pandangan wanita, semakin kuat respon imun pria untuk vaksin terhadap hepatitis B. Hal ini sejalan dengan penelitian lainnya yang menunjukkan bahwa gen imun yang dikenal sebagai MHC lebih memberikan perlindungan pada pria yang wajahnya dinilai menarik oleh wanita.

Penelitian lain telah menunjukkan bahwa fitur yang dianggap maskulin seperti rahang menonjol, alis tebal dan kumis atau jenggot lebat dikendalikan oleh testosteron (hormon seks laki-laki). Karena kadar testosteron tinggi berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih baik pada pria, maka pria maskulin tampaknya memang lebih sehat. Ini adalah versi manusia dari apa yang disebut sebagai prinsip handicap yang dikenalkan oleh ahli biologi Amots dan Avishag Zahavi pada tahun 1975 untuk menjelaskan fenomena seperti ekor merak jantan yang besar. Dengan kata lain, daya tarik wajah pria secara evolusioner terkait dengan sistem kekebalan tubuh.

Pada wanita, ternyata kecantikan terkait dengan hal yang berbeda. Dalam penelitian ini Rantala mengulangi percobaan dengan vaksin hepatitis B pada wanita. Mereka memilih vaksin hepatitis B karena hepatitis B adalah salah satu virus yang paling umum, sehingga secara ekologis dan evolusioner relevan dengan sistem kekebalan tubuh untuk menanggapinya.

Karena sebagian besar orang Finlandia telah divaksinasi terhadap hepatitis B, para peneliti melakukan studi mereka di Universitas Daugavpils di Latvia, di mana vaksin itu kurang umum. Alasan lain adalah bahwa di Latvia para mahasiswi lebih sedikit menggunakan pil KB, yang dapat mengubah keseimbangan hormon dan memengaruhi penampilan penggunanya, misalnya dalam bentuk jerawat.

Penelitian ini melibatkan 52 mahasiswi yang diambil pas fotonya. Delapan belas mahasiswa heteroseksual kemudian menilai foto mereka pada skala dari -5 (sangat tidak menarik) sampai +5 (sangat menarik). Ternyata, pada wanita para peneliti tidak menemukan korelasi antara kecantikan dengan derajat respon kekebalan tubuh mereka. Sebaliknya, mereka menemukan korelasi antara kecantikan dengan kadar hormon stres dan persentase lemak di wajah. Semakin tinggi kadar hormon stres, semakin kurang menarik wajah perempuan.

“Ini sebenarnya cukup logis, karena kita tahu bahwa hormon stres menghambat hormon seks wanita, dan jika tingkat stres sangat tinggi maka dapat membuat wanita tidak subur,” kata Rantala.

Dengan kata lain, kecantikan wajah seorang wanita bisa membantu pria menemukan wanita yang kurang terpengaruh stres, dan karena ada korelasi yang kuat antara stres dan kesuburan, sinyal stres yang tercermin di wajah secara evolutif menentukan derajat kecantikan.

Tidak kurus dan tidak gemuk

Studi ini menunjukkan bahwa jika wanita ingin terlihat menarik, dia harus mencoba untuk menjaga berat badannya normal. Terlalu banyak atau terlalu sedikit lemak di jaringan wajah dinilai tidak menarik oleh pria dalam studi itu.

Para peneliti percaya bahwa hal ini mungkin memberikan sinyal kesehatan yang lebih umum yaitu bahwa terlalu kurus dan terlalu gemuk tidak sehat. Berat badan juga berkaitan dengan kesuburan. Wanita yang terlalu kurus atau terlalu gemuk biasanya kurang subur dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal .

Jadi ini bisa menunjukkan bahwa laki-laki memilih pasangan mereka berdasarkan kesehatan dan kesuburan, sementara wanita memilih pasangan mereka sebagian didasarkan pada risiko jangka pendek, yaitu potensi menginfeksi dirinya dengan penyakit, dan sebagian didasarkan pada apakah dia akan dapat memberikan keturunan dengan sistem kekebalan yang kuat.

Para peneliti menyadari bahwa kecantikan memang tidak terbatas pada fitur wajah yang disebutkan dalam penelitian ini. Faktor-faktor lain seperti usia, proporsi dan simetri tubuh, dan bau badan dapat turut berperan. “Tapi wajah merupakan salah satu faktor yang paling penting– lebih penting daripada misalnya bentuk tubuh,” kata Rantala.

Nah, bila Anda ingin terlihat cantik, turunkanlah tingkat stres dan jagalah berat badan!

_______________________________
Referensi :

”Facial attractiveness is related to women’s cortisol and body fat, but not with immune responsiveness”, Biology Letters (2013), DOI: 10.1098
Posted by Unknown
No comments | 07.22
Banyak orang menganggap bahwa bermain video game hanyalah membuang waktu sia-sia. Ternyata tidak. Para ilmuwan menemukan bahwa menggunakan konsol game hanya setengah jam sehari saja dapat membuat wilayah otak yang berhubungan dengan navigasi berkembang dan mereka yang bermain teratur memiliki kemampuan yang lebih besar untuk membangun peta mental (mental maps) dari lingkungan mereka. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mereka yang biasa bermain video game memiliki materi abu-abu lebih besar di otak yang digunakan untuk tujuan ini, tetapi tidak jelas apakah ada hubungan langsung.

Penelitian yang dilakukan oleh Max Planck Institute for Human Development di Berlin itu menggunakan relawan-relawan tanpa pengalaman bermain game, kebanyakan dari mereka adalah perempuan. Setengah diminta untuk bermain Super Mario 64, sebuah permainan dengan komponen navigasi yang kuat, selama 30 menit setiap hari selama dua bulan. Setengah lainnya tidak bermain game apapun.

Pemindaian pada otak kelompok yang bermain game mengungkapkan materi abu-abu baru di daerah yang terkait dengan membaca dan mengingat peta dan tes keterampilan navigasi mereka menunjukkan mereka lebih baik dalam membuat peta mental.

Peneliti utama Dr Simone Kühn menulis di jurnal Molecular Psychiatry: “Saya cukup yakin bahwa apa yang kami latih di sini berorientasi pada spasial dasar. Penelitian ini adalah yang pertama menunjukkan perubahan dalam struktur otak akibat berlatih dengan bermain video game.”

Temuan ini menguatkan temuan sebelumnya pada para sopir taksi di London, yang menunjukkan adanya pertumbuhan memori otak dengan semakin banyaknya waktu yang mereka habiskan di tempat kerja. Pengemudi taksi memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menciptakan peta mental yang rinci mengenai jalan-jalan di London.

Penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi cara-cara baru untuk membantu dalam memerangi kehilangan memori dan masalah orientasi yang dialami oleh penderita demensia. Salah satu tanda pertama dari demensia adalah kecenderungan kehilangan orientasi. Bermain video game mungkin bisa mencegah beberapa penurunan struktur dan fungsi yang terlihat pada penyakit degeneratif ini.

______________________________________
Referensi:

“Playing Super Mario induces structural brain plasticity: Grey matter changes resulting from training with a commercial video game.” Kühn, S. et al, Molecular Psychiatry, 2013; doi: 10.1038/mp.2013.120