• Selamat datang di Media Cerdas Kesehatan - mediacerdaskes.blogspot.com

    Blog ini dibuat sebagai media dalam memenuhi tugas dan berbagi informasi terkait dunia keperawatan dan kesehatan. Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    "{"Tidak usah menuntut orang lain untuk menjadi lebih baik, perhatikan dirimu sudah pantaskah menuntut orang lain" (By Satya Putra Lencana)}" Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    {"Jangan pernah menyimpulkan segala sesuatu hanya dari persepsimu sendiri, tak semuanya sesuai seperti apa yang kamu fikirkan. Fikirkan berkali lipat sebelum menilai orang lain, berhenti mencari kesalahan, koreksi diri dan berubahlah, karena saat semuanya telah pergi, semuanya menjadi terlambat" (By Satya Putra Lencana)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    {"Ada dua nikmat yang sering kali memperdayakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kelapangan waktu" (H.R. BUKHARI)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    {"Bukan yang paling kuat yang bisa bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan" (By Charles Darwin)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    "Jika kita ingin merombak keadaan yang telah mapan, pakar manajemen Tom Peters memberikan nasihatnya, "Jangan guncang perahunya, tenggelamkan dan mulailah bangun yang baru" (By Tom Peters)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 April 2014

Posted by Unknown
1 comment | 11.06
Brokoli dan sayuran lainnya dalam keluarga Brassicaceae seperti seperti kol, kembang kol, kubis, bok choy kaya akan berbagai mineral dan vitamin penting. Selain itu, mereka juga telah lama dikenal sebagai sayuran antikanker. Sebuah studi tinjauan yang diterbitkan dalam Journal of American Dietetic Association edisi Oktober 1996 menunjukkan bahwa 70% atau lebih penelitian menemukan hubungan antara sayur-sayuran tersebut dengan perlindungan terhadap kanker. Berbagai unsur dalam sayur-sayuran tersebut berkaitan dengan risiko kanker yang lebih rendah, beberapa di antaranya dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker di payudara, dinding rahim (endometrium), paru-paru, usus, hati, prostat dan leher rahim.

Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa salah satu fitokimia yang ditemukan dalam sayur-sayuran itu adalah sulforaphane, yang dapat merangsang enzim yang menetralisir karsinogen sebelum mereka merusak sel-sel.

Penelitian baru-baru ini di Inggris menunjukkan bahwa sulfarophane ternyata juga dapat membantu mengatasi osteoartritis dengan memblokir enzim tertentu yang terkait dengan kerusakan sel-sel tulang rawan dan degenerasi sendi.  Sebuah studi yang dipimpin oleh Ian Clark, profesor biologi muskuloskeletal di University of East Anglia di Norwich, menunjukkan bahwa tikus- tikus yang diberi diet kaya sulforaphane kurang mengalami kerusakan tulang rawan dan osteoartritis dibandingkan dengan tikus-tikus dengan diet tidak mengandung senyawa itu. Hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatism edisi 28 Aug 2013.

Penelitian selanjutnya akan dilakukan pada manusia dengan percobaan terhadap 40 pasien osteoartritis yang akan menjalani operasi penggantian sendi. Selama dua minggu sebelum operasi, setengah dari mereka akan makan “brokoli super” yang dikembangkan secara khusus sehingga berkadar sulforaphane tinggi. Setelah operasi, tim akan membandingkan penderita yang mengonsumsi “brokoli super” dengan mereka yang tidak untuk melihat apakah senyawa itu dapat terdeteksi pada sendi yang diganti dan bagaimana ia mengubah metabolisme sendi. Mereka berharap hasilnya akan dapat menarik dana untuk percobaan yang lebih besar mengenai efek konsumsi brokoli pada osteoartritis dan fungsi sendi.


Nah, bila Anda ingin terhindar dari kanker dan osteoartritis, tampaknya kini perlu segera mulai menambah porsi brokoli, kubis, kol dan sejenisnya dalam diet Anda. Sebaiknya sayur-sayuran tersebut dikonsumsi mentah atau dikukus ringan untuk mempertahankan fitokimia yang terdapat di dalamnya.

________________________________
Referensi :
Journal of American Dietetic Association edisi Oktober 1996 

Jumat, 11 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 06.13
Kabar gembira bagi Anda yang suka makan kacang-kacangan. Sebuah studi terbesar untuk jenisnya menemukan bahwa orang yang makan segenggam kacang setiap hari hidup lebih lama daripada mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

Dalam studi terhadap hampir 120.000 orang selama 30 tahun tersebut, semakin sering orang mengonsumsi kacang-kacangan, semakin kecil kemungkinan mereka untuk meninggal selama studi. Mengonsumsi kacang kurang dari sekali seminggu menurunkan 7% risiko kematian, seminggu sekali menurunkan 11%, 2-4 kali seminggu menurunkan 13%, 5-6 kali seminggu menurunkan 15%, dan 7 kali atau lebih dalam seminggu menurunkan 20%.

Pada mereka yang mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari, peneliti utama Dr Charles Fuchs mengatakan bahwa manfaat yang paling jelas adalah pengurangan 29% kematian akibat penyakit jantung dan 11 % akibat kanker. Analisis juga menunjukkan bahwa mereka yang memakan kacang secara teratur cenderung lebih ramping dibandingkan mereka yang tidak makan kacang-kacangan, sehingga mematahkan pendapat bahwa konsumsi kacang dapat membuat gemuk.

Peneliti mengatakan bahwa pemakan kacang lebih mungkin untuk memiliki gaya hidup yang sehat, tetapi kacang itu sendiri juga berkontribusi terhadap umur yang lebih panjang. Makan kacang dikaitkan dengan gaya hidup sehat, termasuk menjadi kurang mungkin untuk merokok atau kelebihan berat badan dan lebih mungkin untuk berolahraga. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara makan kacang dan penurunan risiko banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, batu empedu, kanker usus dan divertikulitis. Konsumsi kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan kolesterol, penurunan peradangan, stres oksidatif, lemak tubuh dan resistensi insulin yang menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut.

Tim menemukan bahwa penurunan risiko kematian tidak berbeda untuk kacang yang tumbuh di tanah maupun kacang yang tumbuh pohon seperti kacang mete, almond, hazelnut, macadamia, pecan, kacang pinus, pistachio dan kenari.

Penelitian ini tidak dirancang untuk memeriksa sebab dan akibat sehingga tidak dapat menyimpulkan secara spesifik mengapa konsumsi kacang-kacangan dapat memperpanjang umur. Namun, mereka mengatakan bahwa hasilnya sangat konsisten dengan sejumlah besar data uji observasi dan klinis yang mendukung manfaat kesehatan dari konsumsi kacang terhadap banyak penyakit kronis.

______________________________
Referensi :

Hasil penelitian dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine edisi edisi 21 November.

Minggu, 06 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 20.29
Banyak remaja yang menyukai minuman energi yang mengandung kafein. Iklan-iklan minuman energi dan kopi pun tampaknya juga menyasar remaja sebagai target pasar mereka. Riset di Eropa menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi kafein oleh anak-anak dan remaja telah meningkat lebih dari 70 persen dalam 30 tahun terakhir. Pertumbuhan paling tinggi tercatat dalam segmen industri minuman energi berkafein. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah konsumsi kafein oleh anak-anak dan remaja sebenarnya aman?

Penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Anak Universitas Zurich menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat perkembangan otak anak-anak dan remaja, namun bukti-buktinya baru ditemukan pada hewan percobaan.

Penelitian pada tikus
Tim peneliti yang dipimpin oleh Reto Huber memberikan sejumlah kafein dengan dosis moderat selama 5 hari kepada beberapa tikus remaja berumur 30 hari. Dosis tersebut setara dengan 3-4 cangkir kopi per hari pada manusia. Sejumlah tikus dalam kelompok pembanding hanya menerima air tawar. Kemudian, gelombang otak pada hewan-hewan tersebut dipelajari.

Tikus-tikus muda yang diberi kafein cenderung kurang tidur sehingga proses pendewasaan otak mereka terhambat. Kekurangan tidur tersebut ditandai oleh gelombang otak mereka yang lambat sampai seminggu setelah pemberian kafein terakhir. Selain itu, koneksi saraf pada otak tikus-tikus itu jauh lebih banyak dibandingkan pada otak tikus-tikus yang hanya menerima air tawar. Hal itu menunjukkan bahwa mereka lebih lambat mengalami pendewasaan. Mereka terlihat lebih banyak diam, pemalu dan berhati-hati, sedangkan tikus-tikus yang diberi air tawar lebih aktif dan menunjukkan rasa ingin tahu — ciri umum pada tikus yang telah dewasa.

“Otak anak-anak sangat plastis karena banyak koneksi,” kata Reto Huber, penulis utama studi tersebut. Dalam proses yang disebut pemangkasan sinaptik (synaptic pruning), koneksi-koneksi ini akhirnya menghilang atau terkonsolidasi selama masa pubertas. Koneksi antar saraf otak diperpanjang, diperpendek, dipotong dan diringkas sehingga jaringan otak menjadi lebih efisien dan lebih kuat. Proses optimasi ini mungkin terjadi selama tidur nyenyak.

Meskipun jelas ada perbedaan antara otak tikus dan otak manusia, para peneliti mengatakan bahwa perkembangan saraf keduanya sama dan bahwa penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan.

Pentingnya cukup tidur
Para ahli telah lama menyarankan remaja untuk tidur setidaknya sembilan jam setiap hari. Kurang tidur dapat membatasi kemampuan remaja untuk berkonsentrasi, belajar, mengingat, serta membuat mereka mudah marah atau cenderung makan tidak sehat. Dari penelitian ini diketahui bahwa kurang tidur mungkin juga menghambat pendewasaan otak pada remaja.

————————
Referensi :
Olini N, Kurth S, Huber R. The Effects of Caffeine on Sleep and Maturational Markers in the Rat. PLOS One. 2013.

Minggu, 30 Maret 2014

Posted by Unknown
No comments | 09.47
Di Indonesia gorengan adalah makanan ringan yang populer. Penjual gorengan dapat ditemukan di tepi jalan atau berkeliling dengan pikulan atau gerobak. Berbagai macam gorengan dapat kita temui seperti pisang goreng, tempe, tahu, ubi, singkong, sukun, bakwan dan akan bertambah nikmat jika dimakan dalam keadaan hangat.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), pada tahun 2030 sekitar 23,6 juta orang akan meninggal karena penyakit kardiovaskular. Sedangkan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2007, menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung secara nasional adalah 7,2%. Penyakit Kardiovaskuler (PKV) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. PKV yang banyak menimbulkan kematian adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Trigliserida dan lemak trans

Menurut American Heart Association, makanan yang dimasak menggunakan minyak dapat meningkatkan kadar trigliserida. Makanan yang digoreng seperti pisang goreng, kentang goreng dan es krim goreng termasuk kategori ini, bahkan jika makanan tersebut digoreng dalam minyak nabati yang dilabeli minyak untuk kesehatan jantung (heart healthy plant-based oil) (U S. Department of agriculture dalam Welch, 2009).

Makanan yang digoreng seperti pisang goreng, ubi goreng, kroket, tempe goreng, singkong goreng dan ayam goreng tepung juga mengandung asam lemak trans yang merupakan jenis lemak yang paling besar resikonya untuk menyebabkan PKV. Padahal, jika dilihat dari jenis bahan pangannya (pangan nabati) tidak mengandung asam lemak trans. Kandungan asam lemak trans tertinggi terdapat pada makanan gorengan (ayam goreng tepung, telur goreng, tempe mendoan), produk ruminansia (daging rawon, sop buntut, dan beef burger keju), dan produk makanan jadi (menggunakan margarin atau minyak terhidrogenasi) seperti coklat, biskuit dan croissant. Proses menggoreng dengan deep frying akan menyebabkan perubahan asam lemak tidak jenuh bentuk cis menjadi bentuk trans, dan meningkatkan jumlah asam lemak trans sebanding dengan penurunan asam lemak tidak jenuh bentuk cis (asam oleat) (Sartika, 2009).

Lemak trans merupakan lemak tak jenuh yang terbentuk akibat proses hidrogenasi, yakni pencampuran hidrogen dalam minyak sayur. Lemak ini terhidrogenasi parsial telah menggantikan lemak padat alam dan minyak cair di banyak daerah, terutama dalam makanan cepat saji, makanan ringan, makanan goreng dan panggang barang industri, hasilnya adalah produk murah dengan jangka penyimpanan lebih panjang dan sifatnya lebih buruk dari lemak jenuh.

Lemak Trans


Umumnya kerusakan oksidasi terjadi pada asam lemak tidak jenuh, tetapi bila minyak dipanaskan pada suhu 1000C atau lebih, asam lemak jenuh pun dapat teroksidasi. Reaksi oksidasi pada pengorengan suhu 2000C menimbulkan kerusakan lebih mudah pada minyak dengan derajat ketidakjenuhan tinggi, sedangkan reaksi hidrolisis mudah terjadi pada minyak dengan asam lemak jenuh rantai panjang (LCFA). Suhu pemanasan yang baik adalah sekitar 95-1200C. ditinjau dari segi ekonomis, suhu pemanasan yang tinggi antara 163-1990C dapat menekan biaya produksi, karena waktu penggorengan yang relatif lebih singkat (Sartika, 2008).

Lemak trans meningkatkan kadar trigliserida darah dibandingkan dengan asupan lemak lainnya, meningkatkan lipoprotein Lp (a), dan mengurangi ukuran partikel kolesterol LDL, yang dapat lebih lanjut meningkatkan risiko PJK. Dengan demikian, asam lemak trans memiliki efek merugikan pada serum lipid. Meskipun efek ini akan meningkatkan risiko PJK, hubungan antara asupan lemak trans dan kejadian PJK yang dilaporkan dalam studi prospektif lebih besar dibandingkan dengan perkiraan dalam perubahan tingkat lipid dalam darah saja, menunjukkan bahwa asam lemak trans juga dapat mempengaruhi faktor-faktor risiko lain untuk penyakit jantung koroner (Mozaffarian et al., 2006).

Asam lemak trans, seperti halnya asam lemak jenuh, juga bersifat aterogenik (memicu penyempitan, penebalan, dan pengerasan dinding pembuluh darah) serta menginhibisi aktifitas enzim pada metabolisme lipid (fatty acid desaturase elongase dan lecithin cholesterol acyl transferase/ LCAT). Enzim ini terlibat dalam metabolisme HDL khususnya pada pengangkutan balik kolesterol dari jaringan ke hati (Mayes, 2003).

Tips mengurangi lemak trans

Untuk mengurangi kadar Asam lemak trans di dalam makanan yang digoreng ialah antara lain menghindari penggunaan minyak goreng berulang-ulang dan menghindari suhu yang terlalu tinggi pada saat menggoreng. Cara lain untuk menurunkan asupan asam lemak trans adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan konsumsi margarine (konsumsi produk olahan seperti crakers, croissants, biskuit dan cookies) sebaiknya dibatasi.

—————————–

Referensi :

Mozaffarian D, Katan MB, Ascherio A, Stampfer MJ, Willett WC. 2006. Trans Fatty Acids and Cardiovascular Disease. The New England Journal of Medicine. 354: 1601–1613.

Mayes PA. 2003. Biosintesis Asam Lemak, in Muray RK, Granner DK, Rodwell vw, editors. Biokimia. Jakarta.

Sartika RA. 2008. Pengaruh Asupan Asam Lemak Trans Terhadap Profil Lipid Darah (disertasi, Pengaruh Asam Lemak Jenuh, Tidak Jenuh Dan Asam Lemak Trans Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol.2. No.4. Februari


Sartika RA. 2009. Pengaruh Asupan Asam Lemak Trans Terhadap Profil Lipid Darah (disertasi, Pengaruh Suhu Dan Lama Proses Menggoreng (Deep Frying) Terhadap Pembentukan Asam Lemak Trans. Makara, Sains. April Vol. 13. No. 1.