Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan Sehat. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 April 2014
Posted by Unknown
1 comment | 11.06
Brokoli
dan sayuran lainnya dalam keluarga Brassicaceae seperti seperti kol, kembang
kol, kubis, bok choy kaya akan berbagai mineral dan vitamin penting. Selain
itu, mereka juga telah lama dikenal sebagai sayuran antikanker. Sebuah studi
tinjauan yang diterbitkan dalam Journal of American Dietetic Association edisi
Oktober 1996 menunjukkan bahwa 70% atau lebih penelitian menemukan hubungan
antara sayur-sayuran tersebut dengan perlindungan terhadap kanker. Berbagai
unsur dalam sayur-sayuran tersebut berkaitan dengan risiko kanker yang lebih
rendah, beberapa di antaranya dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker di
payudara, dinding rahim (endometrium), paru-paru, usus, hati, prostat dan leher
rahim.
Penelitian
laboratorium menunjukkan bahwa salah satu fitokimia yang ditemukan dalam
sayur-sayuran itu adalah sulforaphane, yang dapat merangsang enzim yang
menetralisir karsinogen sebelum mereka merusak sel-sel.
Penelitian
baru-baru ini di Inggris menunjukkan bahwa sulfarophane ternyata juga dapat
membantu mengatasi osteoartritis dengan memblokir enzim tertentu yang terkait
dengan kerusakan sel-sel tulang rawan dan degenerasi sendi. Sebuah studi yang dipimpin oleh Ian Clark,
profesor biologi muskuloskeletal di University of East Anglia di Norwich,
menunjukkan bahwa tikus- tikus yang diberi diet kaya sulforaphane kurang
mengalami kerusakan tulang rawan dan osteoartritis dibandingkan dengan
tikus-tikus dengan diet tidak mengandung senyawa itu. Hasil penelitian
diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatism edisi 28 Aug 2013.
Penelitian
selanjutnya akan dilakukan pada manusia dengan percobaan terhadap 40 pasien
osteoartritis yang akan menjalani operasi penggantian sendi. Selama dua minggu
sebelum operasi, setengah dari mereka akan makan “brokoli super” yang
dikembangkan secara khusus sehingga berkadar sulforaphane tinggi. Setelah
operasi, tim akan membandingkan penderita yang mengonsumsi “brokoli super”
dengan mereka yang tidak untuk melihat apakah senyawa itu dapat terdeteksi pada
sendi yang diganti dan bagaimana ia mengubah metabolisme sendi. Mereka berharap
hasilnya akan dapat menarik dana untuk percobaan yang lebih besar mengenai efek
konsumsi brokoli pada osteoartritis dan fungsi sendi.
Nah,
bila Anda ingin terhindar dari kanker dan osteoartritis, tampaknya kini perlu
segera mulai menambah porsi brokoli, kubis, kol dan sejenisnya dalam diet Anda.
Sebaiknya sayur-sayuran tersebut dikonsumsi mentah atau dikukus ringan untuk
mempertahankan fitokimia yang terdapat di dalamnya.
________________________________
Referensi :
Journal of American Dietetic Association edisi Oktober 1996
Jumat, 11 April 2014
Posted by Unknown
No comments | 06.13
Dalam
studi terhadap hampir 120.000 orang selama 30 tahun tersebut, semakin sering
orang mengonsumsi kacang-kacangan, semakin kecil kemungkinan mereka untuk
meninggal selama studi. Mengonsumsi kacang kurang dari sekali seminggu
menurunkan 7% risiko kematian, seminggu sekali menurunkan 11%, 2-4 kali
seminggu menurunkan 13%, 5-6 kali seminggu menurunkan 15%, dan 7 kali atau
lebih dalam seminggu menurunkan 20%.
Pada
mereka yang mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari, peneliti utama Dr Charles
Fuchs mengatakan bahwa manfaat yang paling jelas adalah pengurangan 29%
kematian akibat penyakit jantung dan 11 % akibat kanker. Analisis juga
menunjukkan bahwa mereka yang memakan kacang secara teratur cenderung lebih
ramping dibandingkan mereka yang tidak makan kacang-kacangan, sehingga
mematahkan pendapat bahwa konsumsi kacang dapat membuat gemuk.
Peneliti
mengatakan bahwa pemakan kacang lebih mungkin untuk memiliki gaya hidup yang
sehat, tetapi kacang itu sendiri juga berkontribusi terhadap umur yang lebih
panjang. Makan kacang dikaitkan dengan gaya hidup sehat, termasuk menjadi
kurang mungkin untuk merokok atau kelebihan berat badan dan lebih mungkin untuk
berolahraga. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara makan
kacang dan penurunan risiko banyak penyakit, termasuk penyakit jantung,
diabetes tipe 2, batu empedu, kanker usus dan divertikulitis. Konsumsi
kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan kolesterol, penurunan peradangan,
stres oksidatif, lemak tubuh dan resistensi insulin yang menurunkan risiko
penyakit-penyakit tersebut.
Tim
menemukan bahwa penurunan risiko kematian tidak berbeda untuk kacang yang
tumbuh di tanah maupun kacang yang tumbuh pohon seperti kacang mete, almond,
hazelnut, macadamia, pecan, kacang pinus, pistachio dan kenari.
Penelitian
ini tidak dirancang untuk memeriksa sebab dan akibat sehingga tidak dapat
menyimpulkan secara spesifik mengapa konsumsi kacang-kacangan dapat
memperpanjang umur. Namun, mereka mengatakan bahwa hasilnya sangat konsisten
dengan sejumlah besar data uji observasi dan klinis yang mendukung manfaat
kesehatan dari konsumsi kacang terhadap banyak penyakit kronis.
______________________________
Referensi
:
Hasil
penelitian dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine edisi edisi 21
November.
Minggu, 06 April 2014
Posted by Unknown
No comments | 20.29
Banyak remaja yang menyukai minuman energi yang mengandung kafein. Iklan-iklan minuman energi dan kopi pun tampaknya juga menyasar remaja sebagai target pasar mereka. Riset di Eropa menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi kafein oleh anak-anak dan remaja telah meningkat lebih dari 70 persen dalam 30 tahun terakhir. Pertumbuhan paling tinggi tercatat dalam segmen industri minuman energi berkafein. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah konsumsi kafein oleh anak-anak dan remaja sebenarnya aman?
Penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Anak Universitas Zurich menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat perkembangan otak anak-anak dan remaja, namun bukti-buktinya baru ditemukan pada hewan percobaan.
Penelitian pada tikus
Tim peneliti yang dipimpin oleh Reto Huber memberikan sejumlah kafein dengan dosis moderat selama 5 hari kepada beberapa tikus remaja berumur 30 hari. Dosis tersebut setara dengan 3-4 cangkir kopi per hari pada manusia. Sejumlah tikus dalam kelompok pembanding hanya menerima air tawar. Kemudian, gelombang otak pada hewan-hewan tersebut dipelajari.
Tikus-tikus muda yang diberi kafein cenderung kurang tidur sehingga proses pendewasaan otak mereka terhambat. Kekurangan tidur tersebut ditandai oleh gelombang otak mereka yang lambat sampai seminggu setelah pemberian kafein terakhir. Selain itu, koneksi saraf pada otak tikus-tikus itu jauh lebih banyak dibandingkan pada otak tikus-tikus yang hanya menerima air tawar. Hal itu menunjukkan bahwa mereka lebih lambat mengalami pendewasaan. Mereka terlihat lebih banyak diam, pemalu dan berhati-hati, sedangkan tikus-tikus yang diberi air tawar lebih aktif dan menunjukkan rasa ingin tahu — ciri umum pada tikus yang telah dewasa.
“Otak anak-anak sangat plastis karena banyak koneksi,” kata Reto Huber, penulis utama studi tersebut. Dalam proses yang disebut pemangkasan sinaptik (synaptic pruning), koneksi-koneksi ini akhirnya menghilang atau terkonsolidasi selama masa pubertas. Koneksi antar saraf otak diperpanjang, diperpendek, dipotong dan diringkas sehingga jaringan otak menjadi lebih efisien dan lebih kuat. Proses optimasi ini mungkin terjadi selama tidur nyenyak.
Meskipun jelas ada perbedaan antara otak tikus dan otak manusia, para peneliti mengatakan bahwa perkembangan saraf keduanya sama dan bahwa penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan.
Pentingnya cukup tidur
Para ahli telah lama menyarankan remaja untuk tidur setidaknya sembilan jam setiap hari. Kurang tidur dapat membatasi kemampuan remaja untuk berkonsentrasi, belajar, mengingat, serta membuat mereka mudah marah atau cenderung makan tidak sehat. Dari penelitian ini diketahui bahwa kurang tidur mungkin juga menghambat pendewasaan otak pada remaja.
————————
Referensi :
Olini N, Kurth S, Huber R. The Effects of Caffeine on Sleep and Maturational Markers in the Rat. PLOS One. 2013.
Minggu, 30 Maret 2014
Posted by Unknown
No comments | 09.47
Di
Indonesia gorengan adalah makanan ringan yang populer. Penjual gorengan dapat
ditemukan di tepi jalan atau berkeliling dengan pikulan atau gerobak. Berbagai
macam gorengan dapat kita temui seperti pisang goreng, tempe, tahu, ubi,
singkong, sukun, bakwan dan akan bertambah nikmat jika dimakan dalam keadaan
hangat.
Berdasarkan
data dari Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), pada tahun 2030 sekitar 23,6 juta
orang akan meninggal karena penyakit kardiovaskular. Sedangkan berdasarkan
Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2007, menunjukkan bahwa prevalensi
penyakit jantung secara nasional adalah 7,2%. Penyakit Kardiovaskuler (PKV)
merupakan salah satu penyakit degeneratif yang cenderung meningkat dari tahun
ke tahun. PKV yang banyak menimbulkan kematian adalah Penyakit Jantung Koroner
(PJK).
Trigliserida dan lemak trans
Menurut
American Heart Association, makanan yang dimasak menggunakan minyak dapat
meningkatkan kadar trigliserida. Makanan yang digoreng seperti pisang goreng,
kentang goreng dan es krim goreng termasuk kategori ini, bahkan jika makanan
tersebut digoreng dalam minyak nabati yang dilabeli minyak untuk kesehatan
jantung (heart healthy plant-based oil) (U S. Department of agriculture dalam
Welch, 2009).
Makanan
yang digoreng seperti pisang goreng, ubi goreng, kroket, tempe goreng, singkong
goreng dan ayam goreng tepung juga mengandung asam lemak trans yang merupakan
jenis lemak yang paling besar resikonya untuk menyebabkan PKV. Padahal, jika
dilihat dari jenis bahan pangannya (pangan nabati) tidak mengandung asam lemak
trans. Kandungan asam lemak trans tertinggi terdapat pada makanan gorengan
(ayam goreng tepung, telur goreng, tempe mendoan), produk ruminansia (daging
rawon, sop buntut, dan beef burger keju), dan produk makanan jadi (menggunakan
margarin atau minyak terhidrogenasi) seperti coklat, biskuit dan croissant.
Proses menggoreng dengan deep frying akan menyebabkan perubahan asam lemak
tidak jenuh bentuk cis menjadi bentuk trans, dan meningkatkan jumlah asam lemak
trans sebanding dengan penurunan asam lemak tidak jenuh bentuk cis (asam oleat)
(Sartika, 2009).
Lemak
trans merupakan lemak tak jenuh yang terbentuk akibat proses hidrogenasi, yakni
pencampuran hidrogen dalam minyak sayur. Lemak ini terhidrogenasi parsial telah
menggantikan lemak padat alam dan minyak cair di banyak daerah, terutama dalam
makanan cepat saji, makanan ringan, makanan goreng dan panggang barang
industri, hasilnya adalah produk murah dengan jangka penyimpanan lebih panjang
dan sifatnya lebih buruk dari lemak jenuh.
Lemak Trans
Umumnya
kerusakan oksidasi terjadi pada asam lemak tidak jenuh, tetapi bila minyak
dipanaskan pada suhu 1000C atau lebih, asam lemak jenuh pun dapat teroksidasi.
Reaksi oksidasi pada pengorengan suhu 2000C menimbulkan kerusakan lebih mudah
pada minyak dengan derajat ketidakjenuhan tinggi, sedangkan reaksi hidrolisis
mudah terjadi pada minyak dengan asam lemak jenuh rantai panjang (LCFA). Suhu
pemanasan yang baik adalah sekitar 95-1200C. ditinjau dari segi ekonomis, suhu
pemanasan yang tinggi antara 163-1990C dapat menekan biaya produksi, karena
waktu penggorengan yang relatif lebih singkat (Sartika, 2008).
Lemak
trans meningkatkan kadar trigliserida darah dibandingkan dengan asupan lemak
lainnya, meningkatkan lipoprotein Lp (a), dan mengurangi ukuran partikel
kolesterol LDL, yang dapat lebih lanjut meningkatkan risiko PJK. Dengan
demikian, asam lemak trans memiliki efek merugikan pada serum lipid. Meskipun
efek ini akan meningkatkan risiko PJK, hubungan antara asupan lemak trans dan
kejadian PJK yang dilaporkan dalam studi prospektif lebih besar dibandingkan dengan
perkiraan dalam perubahan tingkat lipid dalam darah saja, menunjukkan bahwa
asam lemak trans juga dapat mempengaruhi faktor-faktor risiko lain untuk
penyakit jantung koroner (Mozaffarian et al., 2006).
Asam
lemak trans, seperti halnya asam lemak jenuh, juga bersifat aterogenik (memicu
penyempitan, penebalan, dan pengerasan dinding pembuluh darah) serta
menginhibisi aktifitas enzim pada metabolisme lipid (fatty acid desaturase
elongase dan lecithin cholesterol acyl transferase/ LCAT). Enzim ini terlibat dalam
metabolisme HDL khususnya pada pengangkutan balik kolesterol dari jaringan ke
hati (Mayes, 2003).
Tips
mengurangi lemak trans
Untuk
mengurangi kadar Asam lemak trans di dalam makanan yang digoreng ialah antara
lain menghindari penggunaan minyak goreng berulang-ulang dan menghindari suhu
yang terlalu tinggi pada saat menggoreng. Cara lain untuk menurunkan asupan
asam lemak trans adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan
konsumsi margarine (konsumsi produk olahan seperti crakers, croissants, biskuit
dan cookies) sebaiknya dibatasi.
—————————–
Referensi :
Mozaffarian
D, Katan MB, Ascherio A, Stampfer MJ, Willett WC. 2006. Trans Fatty Acids and
Cardiovascular Disease. The New England Journal of Medicine. 354: 1601–1613.
Mayes
PA. 2003. Biosintesis Asam Lemak, in Muray RK, Granner DK, Rodwell vw, editors.
Biokimia. Jakarta.
Sartika
RA. 2008. Pengaruh Asupan Asam Lemak Trans Terhadap Profil Lipid Darah
(disertasi, Pengaruh Asam Lemak Jenuh, Tidak Jenuh Dan Asam Lemak Trans
Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol.2. No.4. Februari
Sartika
RA. 2009. Pengaruh Asupan Asam Lemak Trans Terhadap Profil Lipid Darah
(disertasi, Pengaruh Suhu Dan Lama Proses Menggoreng (Deep Frying) Terhadap
Pembentukan Asam Lemak Trans. Makara, Sains. April Vol. 13. No. 1.
Langganan:
Postingan (Atom)

