• Selamat datang di Media Cerdas Kesehatan - mediacerdaskes.blogspot.com

    Blog ini dibuat sebagai media dalam memenuhi tugas dan berbagi informasi terkait dunia keperawatan dan kesehatan. Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    "{"Tidak usah menuntut orang lain untuk menjadi lebih baik, perhatikan dirimu sudah pantaskah menuntut orang lain" (By Satya Putra Lencana)}" Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    {"Jangan pernah menyimpulkan segala sesuatu hanya dari persepsimu sendiri, tak semuanya sesuai seperti apa yang kamu fikirkan. Fikirkan berkali lipat sebelum menilai orang lain, berhenti mencari kesalahan, koreksi diri dan berubahlah, karena saat semuanya telah pergi, semuanya menjadi terlambat" (By Satya Putra Lencana)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    {"Ada dua nikmat yang sering kali memperdayakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kelapangan waktu" (H.R. BUKHARI)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    {"Bukan yang paling kuat yang bisa bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan" (By Charles Darwin)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

  • Kata-Kata Bijak

    "Jika kita ingin merombak keadaan yang telah mapan, pakar manajemen Tom Peters memberikan nasihatnya, "Jangan guncang perahunya, tenggelamkan dan mulailah bangun yang baru" (By Tom Peters)} Anda juga dapat menemukan kami di facebook Media Cerdas Kesehatan. Info lebih lanjut, kritik dan saran silahkan hubungi admin - Email : mediacerdas.kesehatan@yahoo.com

Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Oktober 2014

Posted by Unknown
No comments | 17.19


Tidak hanya nikotin, alkohol, internet, dan facebook, bekerja juga dapat menimbulkan kecanduan. Ada orang-orang yang sedemikian larut dalam pekerjaan sehingga mengabaikan keluarga, teman, tubuh dan bahkan kesehatan sendiri.

Di masyarakat modern yang memuji kerja keras, kecanduan kerja adalah fenomena yang tak mudah terlihat. Padahal, kerja keras tidak sama dengan kecanduan kerja (workaholik).

“Sangat mudah untuk melewatkan tanda-tandanya,” kata Ronald Burke, profesor perilaku organisasi di Schulich School of Business, York University, Toronto. “Pecandu kerja dihargai, menjadi anggota terhormat dari organisasi. Namun apa yang terjadi pada jiwa terdalam mereka adalah tanda-tanda penyakit yang tidak terlihat. ”

Gila kerja = Cepat mati
Kecanduan kerja memperpendek umur. Di Jepang, mati karena kecanduan kerja disebut karoshi, di Cina disebut guolaosi. Belum ada kata padanannya dalam bahasa Indonesia.

Sebuah studi Amerika yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine menunjukkan bahwa lembur dan jam kerja yang panjang berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi, penyakit jantung, kelelahan, stres, depresi, gangguan muskuloskeletal, infeksi kronis, diabetes dan keluhan kesehatan umum lainnya. Di Jepang, karoshi paling banyak disebabkan oleh aneurisme otak, stroke dan serangan jantung.

Sebuah studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menyimpulkan bahwa orang yang bekerja 11 jam atau lebih per hari memiliki risiko 67 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan orang yang bekerja tujuh atau delapan jam sehari. Semakin panjang seseorang bekerja dalam sehari, semakin tinggi risiko terkena penyakit jantung koroner, penelitian itu menyimpulkan. Kecanduan kerja tidak hanya merugikan kesehatan, tetapi juga berdampak pada kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat.

Tanda-tanda
Kerja merupakan inti dari banyak kehidupan modern sehingga gejala kecanduan kerja tidak mudah dikenali. Jika Anda bekerja berlebihan, Anda mungkin dipuji dan dihormati di pekerjaan, namun dikritik oleh keluarga karena kurangnya keseimbangan hidup.

Seorang workaholik selalu sibuk dengan pekerjaan, baik di tempat kerja atau tidak. Tidak seperti orang-orang yang hanya bekerja keras, pecandu kerja dikuasai oleh pekerjaan, merasa dipaksa untuk bekerja, tidak dapat mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain, memiliki lebih banyak stres, perfeksionis, dan mungkin menggunakan pekerjaan sebagai pelarian.

Tanda-tanda berikut dapat memberikan indikasi awal kecanduan kerja:
  1. Anda merasa tidak ada yang melakukan pekerjaan sebaik Anda.
  2. Di akhir hari kerja, Anda selalu melihat ada pekerjaan yang belum selesai dan hal itu mengganggu Anda.
  3. Anda sering menolak undangan pertemuan dari teman/keluarga atau acara sosial lainnya dengan alasan “banyak pekerjaan”.
  4. Bacaan dan kontak pribadi Anda hampir semuanya berhubungan dengan profesi Anda.
  5. Selama bekerja, Anda tidak menyadari banyaknya energi yang telah dicurahkan, sampai Anda merasa kelelahan.
  6. Sebenarnya Anda tidak tahu bagaimana menghabiskan waktu luang Anda, sehingga lebih baik Anda bekerja.
  7. Anda kadang-kadang terbangun di malam hari dan mencemaskan atau mencatat hal-hal yang penting untuk pekerjaan.
  8. Dalam masa stres yang tinggi, Anda melewatkan istirahat untuk makan siang, berolahraga atau tidur yang cukup.
  9. Anda membawa pekerjaan ke rumah atau ke tempat yang seharusnya untuk berlibur dan mengerjakannya di sana.
  10. Meskipun telah bekerja lebih keras, Anda merasa kurang mampu dibandingkan sebelumnya.


Semakin banyak jawaban “Ya!”, semakin tinggi kemungkinan Anda sedang menuju atau sudah mengalami kecanduan kerja. Hentikanlah kondisi tersebut, bahkan apabila Anda merasa baik-baik saja. Cobalah untuk melepaskan diri dari kecanduan kerja, apalagi bila Anda sudah melihat gejala- gejala penarikan (withdrawal) seperti sering berkeringat, jantung berdebar atau diare ringan.


Selasa, 15 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 23.50
Kegemukan berisiko kesehatan, itu jelas. Bahkan belakangan ini sejumlah kalangan medis menggolongkan obesitas sebagai sebuah penyakit tersendiri. Namun, terlalu kurus ternyata lebih berbahaya dibandingkan terlalu gemuk. Risiko kematian dini untuk orang kurus lebih tinggi daripada orang gemuk, menurut hasil sebuah studi survei besar. Dibandingkan dengan orang-orang berberat badan normal, orang yang terlalu kurus memiliki risiko kematian hampir dua kali lipat orang berberat badan normal.

Studi yang dipimpin oleh dr Joel Ray dari Rumah Sakit St Michael, Toronto mengalisis 51 penelitian terhadap orang-orang yang diikuti selama lima tahun atau lebih dan berfokus pada hubungan antara BMI (indeks massa tubuh) dan kematian yang terkait dengan sebab apapun. Para peserta yang memiliki catatan kekurangan berat badan akibat kanker, penyakit paru-paru kronis atau gagal jantung dikeluarkan dari analisis agar tidak mendistorsi hasilnya.

Hasilnya, orang-orang kurus yang memiliki BMI kurang dari 18,5 berisiko 1,8 kali lebih tinggi dalam setiap periode penelitian untuk meninggal dibandingkan mereka yang berberat badan normal (BMI 18,5-24,9). Sebaliknya, mereka yang kegemukan (BMI 30-34,9) hanya memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 1,2 kali. Bahkan mereka yang sangat gemuk dengan BMI di atas 35 pun masih memiliki peningkatan risiko kematian lebih sedikit yaitu risiko 1,3 kali.

Ray menyatakan bahwa perhatian masyarakat saat ini sangat berfokus pada kelebihan berat badan. Meskipun jelas bahwa kelebihan berat badan adalah masalah nyata, kita juga perlu mewaspadai masalah kekurangan berat badan. Orang berberat badan normal yang mungkin terpengaruh oleh iklan atau meniru para model dapat menurunkan berat badan terlalu banyak sehingga membahayakan kesehatan mereka. Kekurangan berat badan seringkali disertai dengan gizi buruk, yang dapat melemahkan tubuh. Jika orang yang kurus itu kemudian sakit parah maka dia hanya memiliki cadangan lemak yang sedikit.

LINGKAR PINGGANG ADALAH TOLOK UKUR YANG LEBIH BAIK
Menggunakan alat ukur yang tepat untuk menilai berat badan yang sehat sangat penting, kata Ray. “BMI tidak hanya mencakup lemak tubuh tetapi juga massa otot,” katanya. Rasio ini tidak memberikan informasi tentang distribusi lemak tubuh. Keseimbangan lemak dan otot berperan penting bagi kesehatan. Oleh karena itu, menilai risiko kesehatan dengan lingkar perut lebih cocok daripada BMI. Perempuan harus bertujuan untuk memiliki lingkar perut kurang dari 80 cm dan laki-laki kurang dari 90 sentimeter.

______________________________
Referensi :

Sissi Cao, Rahim Moineddin, Marcelo L Urquia, Fahad Razak, Joel G Ray. J-shapedness: an often missed, often miscalculated relation: the example of weight and mortality. Journal of Epidemiology and Community Health, March 2014 DOI: 10.1136/jech-2013-203439

Senin, 14 April 2014

Posted by Unknown
1 comment | 11.06
Brokoli dan sayuran lainnya dalam keluarga Brassicaceae seperti seperti kol, kembang kol, kubis, bok choy kaya akan berbagai mineral dan vitamin penting. Selain itu, mereka juga telah lama dikenal sebagai sayuran antikanker. Sebuah studi tinjauan yang diterbitkan dalam Journal of American Dietetic Association edisi Oktober 1996 menunjukkan bahwa 70% atau lebih penelitian menemukan hubungan antara sayur-sayuran tersebut dengan perlindungan terhadap kanker. Berbagai unsur dalam sayur-sayuran tersebut berkaitan dengan risiko kanker yang lebih rendah, beberapa di antaranya dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker di payudara, dinding rahim (endometrium), paru-paru, usus, hati, prostat dan leher rahim.

Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa salah satu fitokimia yang ditemukan dalam sayur-sayuran itu adalah sulforaphane, yang dapat merangsang enzim yang menetralisir karsinogen sebelum mereka merusak sel-sel.

Penelitian baru-baru ini di Inggris menunjukkan bahwa sulfarophane ternyata juga dapat membantu mengatasi osteoartritis dengan memblokir enzim tertentu yang terkait dengan kerusakan sel-sel tulang rawan dan degenerasi sendi.  Sebuah studi yang dipimpin oleh Ian Clark, profesor biologi muskuloskeletal di University of East Anglia di Norwich, menunjukkan bahwa tikus- tikus yang diberi diet kaya sulforaphane kurang mengalami kerusakan tulang rawan dan osteoartritis dibandingkan dengan tikus-tikus dengan diet tidak mengandung senyawa itu. Hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatism edisi 28 Aug 2013.

Penelitian selanjutnya akan dilakukan pada manusia dengan percobaan terhadap 40 pasien osteoartritis yang akan menjalani operasi penggantian sendi. Selama dua minggu sebelum operasi, setengah dari mereka akan makan “brokoli super” yang dikembangkan secara khusus sehingga berkadar sulforaphane tinggi. Setelah operasi, tim akan membandingkan penderita yang mengonsumsi “brokoli super” dengan mereka yang tidak untuk melihat apakah senyawa itu dapat terdeteksi pada sendi yang diganti dan bagaimana ia mengubah metabolisme sendi. Mereka berharap hasilnya akan dapat menarik dana untuk percobaan yang lebih besar mengenai efek konsumsi brokoli pada osteoartritis dan fungsi sendi.


Nah, bila Anda ingin terhindar dari kanker dan osteoartritis, tampaknya kini perlu segera mulai menambah porsi brokoli, kubis, kol dan sejenisnya dalam diet Anda. Sebaiknya sayur-sayuran tersebut dikonsumsi mentah atau dikukus ringan untuk mempertahankan fitokimia yang terdapat di dalamnya.

________________________________
Referensi :
Journal of American Dietetic Association edisi Oktober 1996 

Jumat, 11 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 06.13
Kabar gembira bagi Anda yang suka makan kacang-kacangan. Sebuah studi terbesar untuk jenisnya menemukan bahwa orang yang makan segenggam kacang setiap hari hidup lebih lama daripada mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

Dalam studi terhadap hampir 120.000 orang selama 30 tahun tersebut, semakin sering orang mengonsumsi kacang-kacangan, semakin kecil kemungkinan mereka untuk meninggal selama studi. Mengonsumsi kacang kurang dari sekali seminggu menurunkan 7% risiko kematian, seminggu sekali menurunkan 11%, 2-4 kali seminggu menurunkan 13%, 5-6 kali seminggu menurunkan 15%, dan 7 kali atau lebih dalam seminggu menurunkan 20%.

Pada mereka yang mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari, peneliti utama Dr Charles Fuchs mengatakan bahwa manfaat yang paling jelas adalah pengurangan 29% kematian akibat penyakit jantung dan 11 % akibat kanker. Analisis juga menunjukkan bahwa mereka yang memakan kacang secara teratur cenderung lebih ramping dibandingkan mereka yang tidak makan kacang-kacangan, sehingga mematahkan pendapat bahwa konsumsi kacang dapat membuat gemuk.

Peneliti mengatakan bahwa pemakan kacang lebih mungkin untuk memiliki gaya hidup yang sehat, tetapi kacang itu sendiri juga berkontribusi terhadap umur yang lebih panjang. Makan kacang dikaitkan dengan gaya hidup sehat, termasuk menjadi kurang mungkin untuk merokok atau kelebihan berat badan dan lebih mungkin untuk berolahraga. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara makan kacang dan penurunan risiko banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, batu empedu, kanker usus dan divertikulitis. Konsumsi kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan kolesterol, penurunan peradangan, stres oksidatif, lemak tubuh dan resistensi insulin yang menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut.

Tim menemukan bahwa penurunan risiko kematian tidak berbeda untuk kacang yang tumbuh di tanah maupun kacang yang tumbuh pohon seperti kacang mete, almond, hazelnut, macadamia, pecan, kacang pinus, pistachio dan kenari.

Penelitian ini tidak dirancang untuk memeriksa sebab dan akibat sehingga tidak dapat menyimpulkan secara spesifik mengapa konsumsi kacang-kacangan dapat memperpanjang umur. Namun, mereka mengatakan bahwa hasilnya sangat konsisten dengan sejumlah besar data uji observasi dan klinis yang mendukung manfaat kesehatan dari konsumsi kacang terhadap banyak penyakit kronis.

______________________________
Referensi :

Hasil penelitian dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine edisi edisi 21 November.

Kamis, 10 April 2014

Posted by Unknown
No comments | 10.13
Bau badan dalam kadar sedang adalah normal dan bahkan bermanfaat sebagai “identitas” kita. Setiap orang memiliki bau badan yang unik. Hewan, terutama anjing, bisa mengidentifikasi orang dari bau badannya. Namun, bau badan yang berlebihan bisa mengganggu atau bahkan mengindikasikan penyakit.

PENYEBAB BAU BADAN
Tubuh memiliki dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin terbuka ke permukaan kulit, sementara kelenjar apokrin ditemukan di daerah di mana rambut tumbuh, termasuk kulit kepala, ketiak, dan selangkangan. Keringat dari kelenjar ekrin sebagian besar adalah air dan garam, tetapi kelenjar apokrin mengeluarkan keringat yang mengandung lemak, protein dan karbohidrat. Bau badan muncul ketika bakteri di permukaan kulit mengurai keringat dari kelenjar apokrin menjadi asam yang mudah menguap dan melepaskan bau tidak sedap. Ada dua jenis asam yang menyebarkan bau badan:

Asam propionat atau asam propanoat yang berbau seperti cuka dan merupakan hasil penguraian keringat oleh propionibacteria, sejenis bakteri yang hidup di saluran kelenjar sebasea manusia dewasa dan remaja.
Asam isovalerik yang dihasilkan oleh bakteri staphylococcus epidermidis, yang menyebarkan bau seperti keju.
Setiap ketidakseimbangan tubuh berikut dapat meningkatkan produksi asam yang menyebabkan bau badan:

Ketidakseimbangan diet. Kekurangan magnesium atau zinc dan terlalu banyak mengkonsumsi daging, makanan yang banyak mengandung kolin (telur, hati ikan, dan kacang-kacangan), bawang merah, bawang putih, jengkol, makanan pedas tertentu, kopi dan alkohol, gorengan dan makanan berlemak dapat menyebabkan bau badan.

Stres emosional. Kelenjar apokrin biasanya mengeluarkan keringat lebih banyak saat Anda sedang mengalami stres emosional (marah, takut, gembira). Bila tidak segera mandi, bakteri akan mengurai zat tersebut sehingga menyebabkan bau badan.

Gejolak hormon. Hormon androgen pada anak-anak yang sedang menjalani masa puber dapat meningkatkan produksi kelenjar apokrin.

Kelainan genetik. Orang-orang tertentu secara genetik cenderung memiliki bau tubuh yang kuat. Sebuah kelainan genetik langka trimetilaminuria (trimetil amina di dalam urin ), ditandai dengan bau amis di napas, keringat dan urin. Sindrom ini disebabkan oleh cacat pada enzim yang memecah trimetil-amina, produk sampingan dari pencernaan protein yang dikeluarkan oleh bakteri yang ada dalam usus.


Penyakit. Beberapa penyakit dapat menyebabkan bau badan yang buruk. Salah satu penyakit paling umum yang dapat menyebabkan bau badan adalah diabetes. Hal ini terutama terjadi bila gula darah penderitanya kurang terkontrol sehingga mengembangkan kondisi yang disebut ketoasidosis. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan bau badan tetapi juga bau nafas yang khas. Bau badan yang buruk juga bisa menjadi pertanda penyakit liver atau ginjal yang parah di mana tubuh tidak mampu memproses dan mengeluarkan racun tertentu. Kondisi ini dapat dipastikan dengan tes darah yang mengukur fungsi ginjal dan hati. Kadang-kadang, tiroid yang terlalu aktif juga bisa menyebabkan masalah bau badan karena kecenderungan pasien untuk berkeringat berlebihan.

TIPS UNTUK ANDA
Karena penyebab bau badan adalah bakteri pemecah keringat, cobalah langkah-langkah berikut untuk mengurangi bau badan Anda:

Terapkan diet yang sehat. Kurangi makanan yang banyak mengandung kolin dan stimulan seperti kopi atau teh yang merangsang aktivitas kelenjar apokrin.
Mandilah dua kali sehari. Bersihkan ketiak, selangkangan, dan lipatan-lipatan tubuh Anda dengan baik. Setelah mandi, terapkanlah larutan alkohol atau deodoran untuk mengurangi bakteri.

Kenakan pakaian dari katun dan serat alami lainnya yang memungkinkan kulit Anda untuk bernapas, sehingga penguapan keringat menjadi lebih baik.
Konsultasikan dengan dokter bila bau badan Anda tidak normal dan mungkin menandakan ada yang salah di tubuh Anda.